Sistem Persinyalan dan Konsep Dasar Teknologi Sistem Sinyal Digital

Sinyal/Signal merupakan indikator yang dijadikan referensi/barometer mobilitas sebuah objek. Contoh sinyal : rambu, lampu, LED, dan lainya, yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk unik dan warna sebagai karakteristik persinyalan.

Persinyalan adalah sistem terintegrasi yang mengkolaborasikan berbagai bentuk signal/sinyal sebagai sistem kontrol (Feed Back) baik untuk yang berisfat elektris (Logic)/Programmable, maupun yang bersifat mekanis (hardware).

Sistem persinyalan secara spesifik dan aplikatif adalah sistem terintegrasi yang mengkombinasikan berbagai komponen elektronika baik analog dan digital sebagai kontrol penuh dan utama, dalam sistem komputerisasi dan programmable persinyalan (Signalling System)

Sebelum mereview contoh-sontoh sistem persinyalan, Tanamkan pemahaman ini supaya tidak ambigu, yaitu :

  • P-1 : Statis yang dibahas disini bukan berarti diam total atau tidak memiliki momentum, Tetapi hanya mampu bergerak secara analog dan bersifat mekanis.

  • P-2 : Dinamis/Mobile/Bergerak disini bukan berarti benda fisik yang bisa berubah-rubah momentum secara multikoordinat, tetapi pergerakan terkontrol secara logic digital / Hide Sliding.

  • C-1 (Contoh-1), C-2 (Contoh-2), C-3 (Contoh-3).

Keterangan : P-1 (Pemahaman 1), P-2 (Pemahaman 2).

Harap diingat dan toleransi, karena gramer/tata bahasa elektronika digital berbeda dengan grammer bahasa umum sehari-hari. Baik cara penerjemahan dan pemahamannya. Keterangan ini diberikan dari awal supaya lebih realistis aplikatif dan lebih mudah dipahami baik secara implisit dan eksplisit.

Sistem sinyal merupakan solusi futuristik dalam dunia teknologi khususnya teknologi elektronika digital, karena dengan sistem sinyal mucul berbagai perangkat tak bergerak atau statis menjadi dinamis dan mobile (Jika dilihat secara logic digital) terkendali/terkontrol. Untuk memahami pengertian ini, akan diberikan contoh beserta kronologinya agar lebih rasional dan logis :

  • C-1 : Kereta Api. Kereta api jika tidak menggunakan sistem persinyalan maka hanya akan bergerak lurus (maju mundur) pada lintasan/track rel kereta api dan tidak dinamis/statis. Dengan adanya sistem persinyalan maka Kereta Api menjadi mobile dan dinamis, karena percabangan rel terkontrol oleh sistem sinyal elektrik kemudian menggerakan motor wesel sebagai perangkat eksterior mekanik untuk mengatur percabangan rel. Jadi Kereta Api (KA) bisa dinamis bukan karena alat fisik kemudi dan pengemudi (masinis), Tapi percabangan rel keretalah yang mengemudikan KA, dan motor wesel sebagai kendali percabangan di kontrol oleh sistem persinyalan.

  • C-2 : Ponsel. Mengapa ponsel dikategorikan mobile/dinamis? Ponsel bisa dinamik juga karena sistem persinyalan, dengan sinyal sebagai indikator penomoran frekuensi/Band, maka ponsel bisa terhubung dan bisa berkomunikasi satu dengan yang lain secara dinamis, dimanapun anda berda, signal frekuensilah yang mengontrolnya. Dan karena teknologi signal ponsel memiliki fungsi yang lebih fleksible dan universal, lebih dari sekedar alat komunikator.

Kedua contoh diatas adalah implementasi teknologi sistem persinyalan digital dan programable, dan bisa anda pahami dengan menggunakan pemahaman-2 (P-2) yang diterangkan diatas. Sebagai pembanding (Compare) supaya lebih mudah, perhatikan contoh berikt ini :

  • C-3 : Perangkat/Alat berat selain KA, misalkan Slender, Bull Doser, Bus, dan lainnya. Perangkat ini menjadi tidak statis karena dikendalikan alat kemudi/setir dan pengemudinya. Setir disini bersifat analog dan mekanis untuk menggerakan roda/ban.

Jadi jika C-1 dan C-2 mobilitasnya diatur/dikendalikan oleh teknologi sistem persinyalan, Maka C-3 menjadi tidak statis karena dikendalikan secara analog dan mekanis.

Itulah pemahaman dasar aplikatif mengenai teknologi sistem persinyalan dan dasar sistem sinyal digital. Semoga referensi singkat dan sederhana ini bisa menambah pengetahuan positif untuk anda dalam melihat sesuatu dari sisi digital dan kompleks. Untuk lebih detail dan spesifik, jika anda masih memiliki waktu luang, bisa membuka tautan mengenaiSistem Persinyalan, pada halaman tersebut akan lebih detail dan spesifik langsung berhubungan secara teknis dengan elekronika analog, digital, programable dan sistem komputerisasi persinyalan.

Terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan anda, Selamat bekerja dan beraktifitas.



Materi yang sedang anda lihat sekarang mengenai sinyal signal. Saat ini ada 5 artikel yang masuk dalam kategori persinyalan. Termasuk dalam halaman ini penjelasan terkait sinyal/signal merupakan indikator mobilitas sebuah objek, contoh sinyal : rambu, lampu, led, dan lainya, yang diimplementasikan sbg karakteristik persinyalan digital.. Semoga bermanfaat positif lebih optimal dan aplikatif.




Comment

Post Visitor

Konsultasi Tanya Jawab Umum maupun Link Exchange khusus materi artikel mengenai sinyal signal :

   
Nama
 

E-Mail

 

 

 

Nama WEB/Blog tulis dg format lengkap http

Comment

 

Hasil perkalian
5 dan 9=?

 
  

Silahkan jika anda serius, ingin memberikan komentar / saran / masukan / lainnya boleh, dengan syarat berkomentar : gunakan data valid, terutama email aktif yang bisa di subscribe, karena setiap comment masuk akan di subscribe lebih dahulu. Comment diluar topik dan prosedur tidak akan direspon dan comment yang anda masukan harus sesuai dengan topik materi mengenai sinyal signal.

  
Nama
E-Mail
  
Pesan / Konsul / Pertanyaan
Nama rekan anda
E-Mail rekan anda
Hasil perkalian
5 dan 9=?
 

Jika anda memiliki rekan atau teman bahkan saudara maupun kerabat dekat yang anda percaya dan juga membutuhkan informasi ini maka anda boleh mengirimkan info ini menggunakan email yang valid, Silahkan isi form post visitor diatas dengan baik dan benar serta berhubungan dengan materi topik mengenai : sinyal signal, Gunakan post visitor ini sebaik mungkin.

  

Nama
 
Alamat
 
Kota
 
E-Mail
 
Telepon
 
  
  

Isi pertanyaan, post, review, konsul, etc.

Hasil perkalian
5 dan 9=?
 
  
   
   
   


Statistic And Geographics


Simple Content For Fast Access

-