Tes Pauli Kraepelin dan Koran : Mulai Dari Sejarah, Orientasi dan Aspek Penilaian, Fungsi Utama dalam Berbagai tes background pendidikan formal dan Bidang Kerja Sekaligus Program lengkap dengan Aplikasinya.

Tes pauli kraepelin koran adalah bentuk tes berisi berbagai tahap penyelesaian kombinasi bilangan yang intinya akan menilai aspek kepribadian seseorang, kompetensi, daya tahan dan lainnya, Yang nantinya hasilnya dalam bentuk grafik maupun scoring tes akan disesuaikan dengan kebutuhan pengada tes / rekruiter. Tes ini sebenarnya mengukur tingkat kreativitas individu dalam mengembangkan bakat dan keterampilan dasar yang sudah didapat disekolah maupun kuliah. Mohon untuk luangkan waktu anda sejenak, Fokus cermat dan teliti tanpa tegang. Karena hanya dengan cara ini anda akan mendaptkan manfaat maksimal.

  • Tes pauli dan kraepelin ini identik dan banyak yang menyebutnya sebagai tes koran, dan memang begitu,Karena angka yang akan dikerjakan sangat banyak dan dalam lembaran yang besar, sehingga meyerupai majalah koran, hingga akhirnya disebut tes koran, Jika anda akan menghadapi tes koran, sebenarnya anda akan menghadapi tes pauli dan kraepelin. intinya satu layer.

Tes ini biasa disajikan dalam bentuk tabel berjejer dengan perbedaan pola perhitungan dan angka setiap kolom, baris, maupun matriknya, sekali lagi ingat ini sesuai dengan kebutuhan recruiter. Konsep utama tes ini secara umum dan standar bisa diinterpretasikan dalam tabel berikut ini :

Reference :

Kolom-1

Kolom-2

Kolom-3

Kolom-4

Instruksi Tes

Logika-1

Logika-2

Logika-3

Logika-4

Score-1

Score-2

Score-3

Score-4

Fluktuasi grafik berdasarkan scoring.

Graph-1

Graph-2

Graph-3

Graph-4

  • Untuk lebih jelas dan realistis, jika anda serius ingin berlatih intensif, anda bisa download aplikasinya langsung,bisa anda pilih yang full map atau midle map. Dalam tes yang sebenarnya, tabel itu berisi beragam angka sesuai dengan konsep diatas, kecepatan anda mengerjakan dengan jawaban "tepat" tergantung apa yang anda pahami dengan "intruksi tes" serta kemampuan anda untuk fokus pada sub yang sedang anda kerjakan tanpa mengerlingkan mata ke kanan dan kekiri, sekali mata anda bergeser dan melihat pemahaman pola yang berbeda maka anda bisa kena trapping dan mempengaruhi fluktuasi scoring anda dan grafiknya. Jika anda belum lolos pada bagian ini, Jangan khawatir! dan jangan menganggap anda belum bisa, tapi berpikirlah positif, karena mungkin bahkan anda memiliki kemampuan lebih dari yang distandarkan. Maksudnya tetap semangat namun yang realistis dan sewajarnya saja (Do Its Gently!). Intinya jangan sampai kreativitas dan bakat yang anda punya tersabotase hanya karena pikiran negatif, karena affirmasi positif dalam diri anda adalah sumber naluri anda yang kreatif. Mencoba berkali-kali dengan berbagai metode itu lebih baik, daripada tidak tahu-menahu tanpa proses tiba-tiba berhasil. Sukses selalu untuk anda!

grafik dengan pauli kraepelin testoolBerikut ini : TUJUAN UTAMA dari Tes Pauli, Kraepelin, koran ini adalah untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa aspek tertentu, sesuai visi dan kebutuhan institusi perusahaan recruiter maupun menurut standar yang ditentukan yang telah diintepretasikan dan dibaca tester hanya berdasarkan intrument testool ini melalui score dan grafik, yaitu :

  • Aspek keuletan (daya tahan) - Pada saat tes ini akan di uji seberapa ulet seseorang menyelesaikan masalah rumit dan ambigu, dalam tempo yang terbatas, dan bagaimana tingkat kestabilannya. (Konsistensi)

  • Aspek kemauan atau kehendak individu - Tes ini akan mengukur kemauan dan motivasi seseorang saat mengerjakan hal-hal yang pelik yang biasanya khusus untuk tes ini diilustrasikan dalam bentuk angka-angka dan pola perhitungan bilangan, baik operasi bilangan dasar, midle, sampai advance. (Daya Juang)

  • Aspek Emosi - Tes ini mengukur kemampuan seseorang dalam meredam dan mengendalikan diri pada saat sedang di press dengan pekerjaan pada fase dan tahap tahap yang cukup pelik. (Stabilitas Emosi)

  • Aspek penyesuaian diri - Tes ini bisa digunakan untuk mengukur kecepatan seseorang dalam menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan sesuatu yang mungkin benar-benar baru. (Adaptasi)

  • Aspek stabilitas diri - Mengukur tingkat kestabilan dari tingkat ke tingkat tes, karena tes pauli dan kraepelin memiliki beberapa map dan jenis, biasanya dalam beberapa tahap tes. (Mental Practice Stability)

Dalam Tes ini, sebenarnya anda hanya diminta untuk mengerjakan hitungan sederhana. Yaitu menjumlahkan deretan angka-angka. Namun yang menjadi masalah adalah jumlah deretan angka yang diberikan sangat banyak. Yaitu sebesar lembaran koran. Sehingga Tes yang juga dikenal dengan istilah "Tes koran", Tes ini menuntut konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi dan daya tahan yang prima dan menuntut kejelian anda agar tidak terpancing dengan bagian-bagian lain yang sama sekali tidak disarankan. Semakin banyak kesalahan yang anda buat, menunjukkan anda orang yang tidak teliti, tidak cermat, tidak hati-hati dan kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stres atau tekanan pekerjaan. Begitu "Intepretasinya".

Kok sepertinya serumit itu? Lebih baik menjelaskan pada anda yang sebenarnya cukup kompeks dan rumit, namun jika anda tekun mempelajarinya secara alami dan ilmiah, serta bisa memahami dan mungkin mengembangkan bakat anda sendiri, maka akan dapat kemudahan dalam berbagai bentuk peluang. (Logis dan rasional) - Psikotes maupun bagian-bagiannya sebenarnya sangat universal dan bermanfaat dalam banyak bidang, hanya jika anda memahaminya secara multiperspektif dan fleksibel.

TIPE - Aspek Score Nilai dan Grafik : Apakah lebih baik memiliki nilai dan score tinggi atau memiliki grafik yang stabil dari tes pauli kraepelin koran ini?

  • Jawaban rasional dan realistis yang pertama adalah lebih baik memiliki score yang menengah (meskipun nilai dan score tinggi itu lebih baik) dengan grafik yang stabil, dan yang paling utama adalah sesuai dan pas dengan apa yang benar-benar sedang dibutuhkan rekruiter atau pengada tes. Dengan jawaban ini saja, sebenarnya anda sudah bisa tahu dan menangkap, Bagaimana merelevansikan antara apa yang benar-benar bisa anda lakukan dalam tes ini dan tingkat kesesuainnya dengan apa yang dibutuhkan perusahaan rekruiter. (Sangat Logis)

Bagaimana cara teknis memaksimalkan hasil dari tes pauli kraepelin koran ini?

  • Jawaban realistis yang pertama, Jika anda mengikuti tes apapun dan dimanapun, yang pertama adalah lihatlah perusahaan atau tempat dimana anda akan mengikuti tes, Coba anda pikirkan dahulu : Jika anda masuk pada perusahaan tersebut, kira-kira anda akan ditempatkan dibagian apa? Apa saja tugas-tugas anda? dan yang terpenting, apa kontribusi teknis yang bisa anda berikan ke perusahaan tersebut? Pikirkan ini dahulu, sebelum anda belajar yang sifatnya tes akademik lainnya. Kenapa? karena ini penting untuk stimulus anda belajar lebih luas lagi.

  • Jawaban yang kedua adalah tentunya berlatih secara akademik berbagai bentuk latihan tes, Tujuannya adalah agar anda familiar dengan bentuk-bentuk dan pola tes apa saja yang menjadi standar dunia kerja, karena tes-tes yang didapatkan selama anda mengenyam pendidikan formal, sangat jauh berbeda dengan tes dalam memasuki dunia kerja. Tujuan dari berlatih ini adalah agar tidak kaget dengan pola-pola soal ini, terutama untuk anda yang mungkin belum pernah mengikutinya.

Kedua cara diatas adalah cara yang telah diringkas poin pentingnya, karena sebenarnya anda sendirilah yang paling paham dengan potensi diri anda sendiri, dan cara belajar seperti apa saja yang paling pas dengan anda, ini adalah penjelasan universal poin. Cara berikutnya adalah sabar, tidak berhenti berusaha dan mau belajar lebih baik lagi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi saat anda mengerjakan tes pauli, kraepelin, koran, aritmetika, dll.

  • Kondisi psikis yang tidak stabil, persiapkan diri anda hingga anda merasa tenang, anda tak perlu khawatir meskipun belum pernah mengikuti seleksi apapun, buatlah suasana nyaman dalam diri anda, untuk lebih lengkap baca tips sebelum mengikuti tes ini maupun psikotes.

  • Kondisi fisik yang kurang fit, istirahat yang cukup.

  • Positif thinking.

  • Berusaha learning by doing.

Faktor utama yang mempengaruhi kegagalan dalam mengikuti tes ini :

  • Kurang confident, kurang percaya diri. Percayalah dengan diri sendiri, meskipun anda belum perdan ikut tes ini sekalipun, mengalir saja, tanpa khawatir berlebihan. Percayalah dengan potensi anda, meskipun mungkin anda pernah mengikuti tes ini dan masih gagal belum tembus juga, itu bukan berarti anda kurang memiliki kompetens/kompetitif, Tapi lebih karena jawaban anda mungkin sudah benar secara akademik, tapi ada jawaban yang belum pas dan relevans dengan kebutuhan rekruiter, itu saja.

  • Belum pernah mengikuti tes ini. Ada realita unik akan hal ini, ada yang ber IQ tinggi tapi karena kurang familiar dengan bentuk soal tes ini yang kadang tampak aneh dan ambigu, maka otak butuh waktu merespon dan menerjemahkan jawaban dalam tempo cepat dan dalam waktu yang dibatasi.

  • Terburu-buru mengerjakan. Jangan terburu buru mengerjakan soal tes ini meskipun anda memiliki asumsi jawaban yang paling benar, karena ini tes kerja, bukan tes semesteran, apa yang anda jawab paling benar, belum tentu pas dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan institusi rekruiter, Perhatikan dengan cermat arahan tester dan kerjakan dengan penuh ketelitian, jangan terburu-buru dan terlalu cepat.

  • Kondisi yang kurang nyaman. Jangan anda meremehkan kondisi ini, jika saat tes. Misalkan posisi duduk yang kurang nyaman, Mudah berkeringat, alat tulis yang kurang lengkap, mengapa kondisi kecil seperti ini bisa berpengaruh besar? karena kondisi ini akan mempengaruhi fokus dan konsentrasi anda.

Contoh Sederhana Tes koran Pauli Kraepelin : Jumlahkan deret angka-angka berikut (diatas dan dibawahnya) dan tulislah jawabannya diantara kedua angka yang anda jumlahkan.

1 7

3 6

2 9

2 2

0 3

9 5

9 2

3 3

4 1

1 1

7 0

9 8

2 8

0 1

8 3

7 8

9 5

Keterangan : Pada contoh diatas, angka yang dicetak tebal adalah jawaban penjumlahan dari dua bilangan yang berdekatan (yang diatas dan dibawahnya). 1+2 = 3 ; 2+0= 2 dan seterusnya. Jika hasil penjumlahan lebih dari dua digit, maka ditulis digit terakhirnya saja. Misal 8+9= 17 (ditulis angka 7 saja)

Analitic Logic Papikostik.

Pasikotes papikostik sebenarnya identik dengan MAPP Test, yang intinya adalah mengukur dan mengetahui kepribadian seseorang dari beberapa aspek yang paling utama adalah berkaitan dengan situasi dalam lingkungan kerja, dan lebih internal. Aspek yang paling dinilai dan diteliti antara lain Visionary dan arah kerja, kemampuan kepemimpinan dan manajerial, kemampuan membangun relasi sosial (Humas), Style dan gaya bekerja, sifat tempramental pada posisi atasan dan bawahan.

  • Psikotes papikostik dimanfaatkan rekruiter maupun pihak HRD untuk mempermudah mengevaluasi kompetensi calon karyawan dengan indikator utama adalah pada kemampuan dalam mengambil keputusan, motivasi dan kemauan dalam meningkatkan prestasi kerja, kemampuan menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan yang kompleks, ketelitian, dan kemampuan mengendalikan emosi diri serta kepatuhan terhadap aturan infrastruktur perusahaan/institusi rekruiter.

Untuk mengerjakan psikotes jenis ini peserta biasanya akan diminta menjawab pertanyaan sesuai dengan kecepatan dan kemampuan menjawabnya. tetapi tidak diberikan batas waktu yang absolute. Tipe psikotes papikostik berisi rentetan pertanyaan yang berhubungan dengan sifat dan kepribadian diri sendiri. Untuk menjawab soal tes ini kunci utama adalah kejujuran menjawab apa yang menjadi kompetensi anda sendiri dan relevansinya dengan struktur perusahaan/institusi rekruiter.

Psikotes papikostik menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang setara dan linear, sehingga akan sangat sulit dimanipulasi jawabannya oleh para kandidat atau pesertanya. Kenapa demikian? Karena sekali anda sebagai peserta memanipulasi jawaban yang tidak sesuai dengan kepribadian dan kompetensi anda, maka soal-soal berikutnya tidak akan mengintepretasikan anda yang sebenarnya, dampaknya adalah ketika nanti benar-benar menjadi kandidat terpilih akan terjadi miss match antara justifikasi kerja dengan apa yang telah diselesaikan dalam tes papikostik ini. Secara umum soal ini terdiri pertanyaan sangat ringkas, sekitar 85 - 110 pertanyaan, tetapi tergantung juga dari pihak rekruiter atau HRD pengada rekruitasi dan kesesuaiannya dengan visi dan misi institusi atau perusahaan pengada rekruitasi, karena tes papikostik ini sifatnya lebih internal dan berhubungan langsung dengan infrastruktur perusahaan terkait, dan identik dengan psikometri.

Sejarah Tes Pauli dan Kraepelin

Emil Kraepelin seorang psikiater akhir abad 19 menciptakan alat Tes Kraepelin yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendiagnosa gangguan otak yaitu alzheimer dan dementia. Tes ini sangat sederhana, siapapun yang bisa menghitung dapat mengikuti Tes ini. Pada periode tidak lama selanjutnya pada tahun 1938 Prof. Dr. Richard Pauli bersama Dr. Wilhelm Arnold serta Prof. Dr. Vanmethod memperbaharui Tes Kraeplin tadi sehingga dapat meningkatkan suatu "check method" yang sangat menguntungkan dan dapat dipercaya. Metode ini disempurnakan sedemikian rupa oleh Prof. Dr. Pauli sehingga memungkinkan untuk mendapatkan data tentang kepribadian. Richard Pauli membuat Tes Kraeplin tersebut sebagai Tes yang distandarisasikan, dan setelah Pauli meninggal pada tahun 1951, Tes yang di standarisasikan tersebut dinamakan Tes Pauli. Berdasar atas cara yang diajukan oleh Pauli, Tes ini juga mempunnyai corak eksperimental. Pauli juga menghubungkan metode eksperimental tersebut dengan karakterologi modern, sehingga Tes Pauli dapat dibandingkan dengan Tes kepribadian.
Tujuan dan kegunaan dari Tes pauli ini adalah mengumpulkan berbagai data berupa:
  • Daya tahan atau keuletan
  • Kemauan atau kehendak individu
  • Emosionalitas
  • Daya tahan untuk menyesuaikan diri
  • Stabilitas
Hal-hal tersebut sangat mempengaruhi prestasi yang dicapai seseorang individu. Selain itu ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi achievement peserta, diantaranya:
  • Faktor fisik, yaitu kondisi badan kita pada pada saat Tes
  • Faktor psikis, yaitu keadaan jiwa kita pada saat Tes
Pengaruh faktor-faktor tersebut berkaitan erat dengan fase perkembangan yang sedang dilalui seseorang, sebab keterkaitan dan dominasi faktor-faktor itu mempunyai kondisi yang tidak sama pada fase perkembangan yang berbeda. Tes PauIi mempunyai makna yang penting karena :
  1. Merupakan alat diagnostik yang dapat dipercaya untuk memeriksa batas-batas perbedaan individu.
  2. Dapat untuk mendiagnosis perbedaan kostitutif. Hal itu antara lain didapat dari hasil pemeriksaan yang menggunakan Tes Pauli. Hasil itu antara lain menunjukkan bahwa daya tahan wanita lebih besar dari pria, keajegan prestasi orang desa lebih tinggi dari orang kota, dan sebagainya. Hal-hal tersebut juga menunjukkan bahwa Tes Pauli bisa dimamfaatkan untuk pemahaman psikologi sosial.
  3. Merupakan usaha pemeriksaan prestasi yang cukup baik.
  4. Dapat digunakan untuk orang yang menderita luka/gangguan diotak, misal terkena tembakan dikepala. Hasilnya menunjukkan bahwa luka pada "parietal" dan "frontal" menunjukkan kurangnya prestasi yang besar, sedang luka pada "occipital" menunjukkan kurangnya prestasi yang tak terlalu besar (paling minimal).
  5. Dapat digunakan sebagai metode untuk mengetahui pengaruh peransangan dari luar (misal narkotika).
  6. Dapat digunakan sebagai diagnostik untuk mendeteksi anak-anak yang sukar dididik. Pada Tes itu terdapat kurve dengan bentuk-bentuk tertentu untuk mereka yang terhambat perkembangannya. Untuk mereka yang tidak mempunyai pendirian (Hatloso) dan mereka yang lemah diri.
  7. Sebagai metode pemeriksaan untuk orang yang buta meskipun prestasinya bila dibandingkan dengan orang yang normal berkurang, akan tetapi prestasi individuil masih terlihat didalam Tes sebagai prestasi orang yang normal.
  8. Sebagai dasar tipologi kepribadian.
  9. Suatu metode experimental untuk mendapat pengaruh sikap kerja terhadap prestasi kerja.
  10. Merupakan alat pembantu experimental yang menjadi dasar untuk diagnostik karakterologi.
Salah satu segi keuntungan dari Tes Pauli adalah menghilangkan variabel penting yang biasanya dapat disembunyikan atau pura-pura (faking) dari subjek misal : sifat malu-malu, yang biasanya sukar dihindari, pada Tes ini tidak begitu berpengaruh pada percobaan-percobaan yang telah dilakukan. Faktor-faktor yang mendukung reliabitas tinggi adalah :
  • Ketidaksadaran Pribadi Dalam waktu satu jam lamanya, subjek diberikan waktu yang cukup untuk dapat menyesuaikan diri dan memindahkan dirinya, sampai pada kemampuan sebenarnya ditampilkan sejelas-jelasnya. Pengalaman menunjukkan bahwa waktu sepuluh menit sampai dua puluh menit pertama belum mendapat sesuatu gambaran yang sebenarnya atau bukan representasi sesungguhnya dari subjek.Dengan waktu yang lama menjadikan representasi subjek sesungguhnya dapat terlihat profil kepribadian yang sesungguhnya. Menjadi hal umum bahwa keadaan sadar bahwa "saya sedang diTes" ini memegang peran yang besar pada tiap eksperimen atau Tes termasuk juga pada Tes Pauli ini.
  • Memunculkan Situasi Kebersamaan (togethnerness situation) Perasaan-perasaan yang menghambat/merugikan dalam pelaksanaan Tes biasanya dihinggapi subjek, misalkan rasa malu atau takut, yang timbul ketika mengerjakan sesuatu dan diamati. Hal ini akan hilang, atau setidak-tidaknya berkurang pada pelaksanaan Tes ini apabila diberikan secara klasikal.
  • Menimbulkan persaingan (competitiveness) Karena pelaksanaannya bentuk klasikal, maka dengan sendirinya akan timbul persaingan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.Apabila seseorang individu telah menyelesaikan satu halaman, dan individu lain belum selesai maka individu yang belum selesai akan berusaha menyamai atau mengejar individu yang sudah selesai tadi.
  • Rendahnya pembelajaran Peserta dapat saja belajar menghitung, mendapatkan saran atau sugesti dari orang lain sebelum Tes. Namun apabila Tes sudah berlangsung, kesadaran akan pembelajaran dan saran dari orang lain akan terlupakan ketika sudah mencapai pada menit ke-15 sampai 20, karena situasi psikis akan banyak difokuskan pada penjumlahan yang harus dikerjakan.
  • Batasan usia Sejak usia tujuh tahun bagi mereka yang telah dapat berhitung, dapat mengerjakan Tes ini dengan tidak memandang jenis kelamin,pendidikan, bakat, kemampuan umum dan atribut lain. Tes Pauli dengan kekuatannya maka dengan jelas dapat dikatakan bahwa Tes ini penting dan memuat banyak potensi dari segi kepribadian. Aspek kepribadian yang dapat dilihat adalah:
  1. Kekuatan kehendak/kemauan
  2. Daya tahan/keuletan
  3. Ketekunan/kosentrasi
  4. Daya penyesuaian diri
  5. Vitalitas
Selain itu juga bisa dilihatnya:
  1. Kecermatan
  2. Ketelitian
  3. Stabilitas dan labilitas
Keseluruhan ini mempunnyai pengaruh prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam menjalankan Tes Pauli ini: Untuk mendapat suatu prestasi yang setinggi-tingginya diperlukan berbagai faktor atau syarat yang harus dipenuhi, diantaranya adalah:
Faktor-faktor yang bersifat umum:
  1. Potensi intelegensi yang cukup
  2. Stabilitas emosi
  3. Pengalaman
  4. Daya tahan
Faktor-faktor khusus sesuai dengan tugasnya
  1. Bakat
  2. Sikap seseorang terhadap tugasnya
  3. Kemahiran tertentu
Faktor-faktor diatas dapat merupakan faktor yang mempengaruhi, baik menghambat maupun mendorong untuk mempertinggi prestasi seseorang. Faktor-faktor tadi dapat dilihat dalam kurva grafik kerja hasil kerja seseorang. Dalam pelaksanaan Tes Pauli, untuk mencapai prestasi yang maksimal, individu diharapkan untuk dengan cepat menguasai suatu keadaan atau tugas yang senada (menonton). Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa faktor stabilitas dari seseorang memegang peranan, apakah irama kerja dari Tes ini dapat dikuasai atau tidak, stabilitas ini tampak jelas pada grafik Tes Pauli. Mengenai kecermatan dan ketelitian dalan Tes Pauli erat sekali hubungannya dengan prestasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif. oleh karena itu bisa dimengerti bahwa bagi mereka yang kurang teliti atau kurang cermat, hasil kualitatif menjadi lebih kecil, sekalipun hasil kuantitatifnya besar. Dapat dikatakan bahwa bila individu yang secara kuantitas berprestasi tinggi tidaklah selalu berprestasi tinggi pula secara kualitatif. Yang dimaksud kualitatif disini adalah prestasi yang dicapai oleh seseorang individu tanpa memperhatikan jumlah kesalahan yang diperbuatnya.
Tes Pauli bersifat universal, artinya Tes ini dapat digunakan tanpa melihat latar belakang subjek,yang penting adalah subjek dapat berhitung. Adanya pendapat yang menolak adanya Tes Pauli adalah kurang beralasan. Dari Tes Pauli dapat diambil beberapa faktor, baik untuk diagnosis maupun keperluan lain pada dasarnya sebagai berikut:
  • Stabilitas
  • Daya tahan
  • Vitalitas
  • Ketelitian
  • Emosionalitas
  • Daya penyesuaian
  • Ketekunan dan kosentrasi
Selain itu dalam pemeriksaan Tes, harus diperhatikan faktor-faktor yang cenderung konstan yaitu:
  • Material Tes Pauli
  • Prosedur pelaksanaan
  • Experimental
  • Waktu pelaksanaan Tes, misalnya bila subjeknya banyak, pagi tak selesai, maka hendaknya dilanjutkan besok pagi berikutnya untuk sisanya, jadi yang dilanjutkan pada sore hari.
  • Situasi sekeliling
Faktor lain yaitu :
  • Sikap subjek terhadap Tes
Faktor individu yang harus diperhatikan:
  • Kebudayaan
  • Keadaan sosial
  • Keadaan fisik
  • Pandangan hidup
  • Dorongan-dorongan
  • Usia
  • Pendidikan
  • Pengalaman-pengalaman

Latihan tes mencari angka hilang merupakan salah satu bentuk psikotes untuk mengukur penalaran kritis selain logika yang berhubungan langsung dengan operasi bilangan matematika. Dalam dunia kerja aplikasi tes ini bisa digunakan untuk mendapatkan indikator kreativitas kandidat dalam bidang kerja tertentu dalam menemukan solusi atas sebuah permasalahahan dengan cepat dan tepat serta dalam pressure dan tempo tinggi. Untuk berlatih tes mencari angka hilang silahkan boleh masuk disini/pada menu bagian bawah pada psikotes online maupun pada tes mencari susunan angka hilang pada deret huruf, Persiapkan dari sekarang, agar lebih ready kapan saja anda menghadapi berbagai peluang kerja sesuai bidang dan kompetensi anda. Atau anda bisa tambah belajar sekalian semua jenis psikotes dalam satu program psikotes lengkap dengan user guide.

Untuk validitas dan keterangan diatas sudah dirangkum dalam bentuk aplikasi yang real dan bisa langsung anda coba, Aplikasi ini bukan ebook, buku atau sejenis. Tapi program yang bisa langsung anda gunakan untuk latihan dengan score, jawaban dan grafik yang langsung keluar, Sehingga realistis. Download lengkap tes pauli, kraepelin, koran : Jika and serius dan benar-benar membutuhkan lebih lengkap dan memiliki waktu luang silahkan masuk pada halman banner bawah berikut dan anda bisa Download Program Psikotes dan Modul Psikotes (Termasuk aplikasi tes pauli kraepelin, MAP, KORAN) ditambah (FREE Special Report dan panduan installasinya.)

Psikotes-khusus-koran-pauli-dan-kraepelin
Exclusif Aplikasi tools set (Pauli Kraepelin Koran) Grafik sudah bisa keluar, Download Trial Instant Here. Setelah selesai download silahkan pilih yang psikotesv21da.

Terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan anda, Semoga referensi materi pengolah kemampuan aritmatis dan aplikasinya ini bisa memberikan anda manfaat lebih dalam jangka pendek dan panjang. Selamat bekerja dan beraktifitas, Sukses adalah Hak Anda.
Key : Try - Focus - Patient - Persistence - Belief.


Materi yang sedang anda lihat sekarang mengenai ask cara melatih tingkat ketelitian dalam menemukan solusi masalah pekerjaan. Saat ini ada 58 artikel yang masuk dalam kategori psikotes. Termasuk dalam halaman ini penjelasan terkait jika anda ingin cara spesifik dalam melatih tingkat ketelitian anda dalam menemukan solusi dan memecahkan masalah pekerjaan keseharian/rutinitas, anda bisa mencoba selain kraepelin dan koran, yaitu tes angka hilang, karena dengan tes ini anda tidak hanya menghapal dan menghitung tapi memahami blok per-blok memori dalam mencari perbandingan dan mengidentifikasi.. Semoga bermanfaat positif lebih optimal dan aplikatif.



Comment

Post Visitor

Tanya Jawab

  • Comment from santy scarf (http://skull-scarf.blogspot.com) - ******110@yahoo.com at 25/10/2011 - 20.03.22.PM : "terima kasih atas penjelasannya mengenai tes koran dengan cukup detail. Jika apa ada trik khusus, mohon di post."
    Replay Adm : simak selengkapnya hingga download link program pauli koran yang disediakan, bisa anda coba dan trial lebih dahulu agar lebih realistis, ok....Thanks..

    _________________________________________

  • Comment from edwin gazali (edwin.algazali@gmail.com) - ******.algazali@gmail.com at 26/10/2011 - 15.08.53.PM : "ass,, kak.. saya minta tips cara mengerjakan kraeplien dan pauli, trimakasih beserta soalnya. tolong dikirim ke email saya. "
    Replay Adm : ass.wr.wb, Untuk tips dan dasar-dasarnya silahkan simak di uraian diatas, untuk contoh soal, mohon maaf ada langsung program kraepelin, bisa coba dengan download program kraepelin disini, soal lebih banyak dengan type variatif dan langsung ada grafik resultnya, bisa di coba/trial dahulu. ok..

    _________________________________________

    Link Exchange : Bagi yg menginginkan tukar link, silahkan masuk ke bagian L-Exchanges khusus Psikotes (Jika masih tersedia).


  • arya yudha - ****20dz@yahoo.com mengirimkan pesan ke (fadlan/****anasyhari@yahoo.com) at 13/10/2011 - 12:25:15
    "mau minta jawaban tes lanjutkan gambar dan tes pauli ini yg disebut hitungan koran ,bagaimana jawaban dan apa yang dilihat dari tes tersebut.."
    Replay Adm : Ok Silahkan, Tes pauli dan koran sebenarnya identik, yaitu menggunakan angka sebagai indikator tes,Tetapi tes koran lebih menggunakan angka dalam lajur dan deret lebih banyak, dengan pola perhitungan baris dan kolom yang variatif,Karena saking banyaknya angka, maka tes ini lazim disebut tes koran, karena memang bentuknya seperti koran dengan kertas besar.Titik penilaian yang dilihat dalam tes ini adalah kemampuan bertahan pada kondisi rumit dan tekanan, karena pada saat mengerjakan tes koran, waktunya dibatasi, sehingga tidak hanya butuh kecepatan tapi ketepatan, ketelitian, keuletan.Lanjutan dari yang anda minta semua sudah ada di tips dan download psikotes, yg sebelumnya sudah anda dapat dan review. OK, Thanks.

    _________________________________________

  • denigunawan58 - ****gunawan58@yahoo.co.id mengirimkan pesan ke (dnigunawan/****gunawan58@gmail.com) at 03/05/2012 - 12:59:05
    "1.dalam tes pauli/koran kalau mampu isinya satu halaman gimana apakah jelek.? 2.dalam satu halaman itu ada berapa kolom&baris/jumlah angkanya berapa.? "
    Replay Adm : Hasilnya lebih bagus, jika jawaban anda sesuai dengan makna soal deret angka yg dimaksud/dibutuhkan tester. Untuk kolom dan baris juga tergantung ukuran yang diinginkan tester, Namun standar yang umum dipakai adalah 10 kolom 20 baris, dengan step / sub soal yang berbeda setiap kolomnya, Hasilnya ditentukan atas stabilitas grafik dari pengerjaan soal, Dan hasil grafik pauli/koran anda nantinya diterjemahkan oleh psikiater / tester dan menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan atau recruiter. Semoga bisa membantu. (Hope it fully help you - Thanks for visit)

    _________________________________________


  • Puput Pratama (Jayapura-Papua) ******.pratama_90@yahoo.co.id/# Pertanyaan dikirim : 29/10/2011 - 14.48.18.PM #
    TOPIK / SUBJECT : (tes-pauli-kraepelin-koran-) Sub yang dipilih : Psikotes --------------------------------------- ingin bertanya apakah yang dinilai dari tes koran yang kita kerjakan?? apakah dari tingginya grafik yang diperoleh atau dinilai dari benar-salah jawaban yang kita tulis. trimakasih. ditunggu jawabannya.

    _________________________________________

  • Listya EP (Samarinda) ******a.ep@gmail.com/# Pertanyaan dikirim : 28/11/2011 - 07.40.41.AM #
    TOPIK / SUBJECT : (tes-pauli-kraepelin-koran-) Sub yang dipilih : Pertanyaan / Konsultasi Umum --------------------------------------- Materi untuk ujian tes masuk alih jenjang D3 ke S1 teknik mesin itu meliputi apa saja pak?apakah hanya tes psikometri? atau ada tes plajaran lain?terima kasih, mohon jawabannya y pak..

    _________________________________________

    Note : Untuk tanya jawab umum yg berhubungan dengan Psikotes, jawaban dikirimkan melalui email anda yang telah subscribe.


  • Comment

    Post Visitor

    Konsultasi Tanya Jawab Umum maupun Link Exchange khusus materi artikel mengenai ask cara melatih tingkat ketelitian dalam menemukan solusi masalah pekerjaan :

       
    Nama
     

    E-Mail

     

     

     

    Nama WEB/Blog tulis dg format lengkap http

    Comment

     

    Hasil perkalian
    8 dan 1=?

     
      

    Silahkan jika anda serius, ingin memberikan komentar / saran / masukan / lainnya boleh, dengan syarat berkomentar : gunakan data valid, terutama email aktif yang bisa di subscribe, karena setiap comment masuk akan di subscribe lebih dahulu. Comment diluar topik dan prosedur tidak akan direspon dan comment yang anda masukan harus sesuai dengan topik materi mengenai ask cara melatih tingkat ketelitian dalam menemukan solusi masalah pekerjaan.

      
    Nama
    E-Mail
      
    Pesan / Konsul / Pertanyaan
    Nama rekan anda
    E-Mail rekan anda
    Hasil perkalian
    8 dan 1=?
     

    Jika anda memiliki rekan atau teman bahkan saudara maupun kerabat dekat yang anda percaya dan juga membutuhkan informasi ini maka anda boleh mengirimkan info ini menggunakan email yang valid, Silahkan isi form post visitor diatas dengan baik dan benar serta berhubungan dengan materi topik mengenai : ask cara melatih tingkat ketelitian dalam menemukan solusi masalah pekerjaan, Gunakan post visitor ini sebaik mungkin.

      

    Nama
     
    Alamat
     
    Kota
     
    E-Mail
     
    Telepon
     
      
      

    Isi pertanyaan, post, review, konsul, etc.

    Hasil perkalian
    8 dan 1=?
     
      
       
       
       

    paket psikotes lengkap full package

    panduan registrasi program psikotes

    Psikotes Online


    Statistic And Geographics


    Simple Content For Fast Access

    -